=======
Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamthone.com UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
======= xamthone plus ada ijin depkes dan bp pom serta mui terbukti mencegah dan mengobati ambeien,amandel,asma,alergi,alzheimer,asam urat,batu empedu,batu ginjal,darah tinggi, darah rendah, demam, demam berdarah, dpresi, diabetes,diare,epilepsi, flu plike,gagal ginjal,gatal-gatal,gusi berdarah,hepatitis A B C ,hernia,herpes,impotensi/vitalitas,insomnia/susah tidur,jantung koroner, kanker,kista,keputihan,kolesterol, kurang darah/anemia,kusta, lesu lelah,leukemia,liver,maag, malaria,rambut rontok,menstruasi sakit, panas dalam,parkinson,kecapean, narkoba, osteoporosis, eksim, prostat, artritis, sembelil, stress, stroke, tbc, tumor, typus, usus buntu, lupus dlln jantung stroke kanker diabetes ginjal, prostat, maag, asma.. dlln
=======
KHASIAT AJAIB MANGGIS
A.
Mengenal
Tanaman Manggis
Manggis
dengan nama Latin Garcinia mangostana
merupakan tanaman buah berupa pohon yang banyak tumbuh secara alami pada hutan
tropis di kawasan Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Habitat asli tanaman manggis yaitu di wilayah Sumatra Barat, Jawa Barat, smapai
di Kalimantan Timur dan Tengah. Kini,
manggis banyak juga dibudidayakan di Riau dan Sulawesi Utara.
Tanaman
manggis dapat tumbuh mencapai ketinggian 25 meter dengan diameter batang mencapai
45 centimeter. Tanaman manggis mampu tumbuh pada ketinggian 0 – 600 meter di
atas permukaan air laut dengan suhu udara pada kisaran 20 - 300 C,
dan tanah yang memiliki tingkat kelembaban/pH 5 – 7. Curah hujan yang sesuai
untuk pertumbuhan manggis berkisar 1.500 – 3.000 mm/tahun.
Di
pasar Internasional manggis mendapatkan
julukan queen of fruits yang berarti ratu
buah. Manggis merupakan buah tropika unggulan nasional dan telah menjadi salah
satu penghasil devisa negara. Namun, tidak semua daerah penghasil manggis mampu
mengekspor hasil panen manggisnya karena masih rendahnya mutu manggis yang
dihasilkan untuk bersaing di pasar Internasional. Pada akhirnya pemasaran
terbesar manggis dilakukan di dalam negeri.
B.
Senyawa
dalam Manggis
Fakta
bahwa manggis terbukti mampu mengobati berbagai penyakit sudah sejak lama
diketahui. Pada abad ke 13, China mengolah kulit manggis menjadi salep untuk
mengobati eksim, sedangkan Indonesia menggunakan air rebusan kulit manggis
sebagai ramuan untuk mengobati luka, demam, diare, sariawan dan sembelit.
Selain itu, serbuk kulit manggis yang telah dikeringkan dapat digunakan untuk
mengobati disentri oleh masyarakat India dan China.
Berbagai
negara di Asia khususnya sudah menguji , mempercayai dan menggunakan berbagai
bagian dari tanaman manggis. Negara-negara tersebut yaitu India, China,
Malaysia, Jepang, Thailand bahkan Amerika Serikat mengolah buah manggis menjadi
jus untuk suplemen kesehatan.
Keseluruhan
tanaman manggis memiliki manfaat. Diantara banyaknya manfaat dari tanaman
manggis, dapat diambil contoh, pertama
bagian inti atau daging buah dari manggis dipercaya dapat mengobati diare,
sakit gigi, peluruh dahak, radang amandel, hingga wasir. Kedua, seduhan daun manggis dapat
dimanfaatkan untuk mengobati luka sehabis disunat yang dikombinasikan dengan
pisang muda dan sedikit kapur barus. Ketiga, kulit manggis dapat diolah salah
satunya dimanfaatkan menjadi suplemen untuk mengatasi berbagai macam risiko
penyakit seperti jantung, stroke hipertensi, kolesterol dan diabetes. Keempat,
ekstrak kulit batang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi diare, gangguan kandung
kemih, nyeri perut dan sariawan. Kelima, akar manggis dapat dimanfaatkan untuk
mengatasi ketidakteraturan haid.
Xanthone,
yaitu senyawa antioksidan tingkat tinggi yang hanya dapat ditemukan pada family
Clusiceae dan Gentianaceae, dan dari 200 jenis senyawa xanthone yang diisolasi dari alam, sebanyak 40 jenis ditemukan pada
manggis, diantaranya mangostin,
mangostinon A, mangostenon B, alpha mangostin, beta mangostin, mangostanol,
trapezifolixanthone, tovophyllin B, flavonoid epicatechin dan garciniafuran.
Keberadaan
senyawa xanthone dalam jumlah
melimpah di dalam kulit buah manggis menjadi informasi yang menggembirakan
dalam bbidang kesehatan. Pada umumnya kulit manggis kerap dibuang, dengan
diketahui dan berkembangnya cara pengolahan kulit buah manggis yang mengandung
antioksidan tingkat tinggi, mulailah berkembangnya aneka produk olahan seperti
jus, suplemen makanan serta obat herbal.
C.
Kandungan
Buah Manggis
Buah manggis mengandung
gula sukrosa, dektrosa, dan levulosa. Kulit manggis mengandung sejumlah pigmen
yang berasal dari dua metabolit yaitu alpha
mangostin dan beta mangostin.
Jika semua kandungan yang terdapat pada buah manggis diekstraksi, akan didapati
bahan pewarna alami berupa antosianin berwarna merah, ungu dan biru. Selain
pewarna alami, kulit buah manggis juga sangat bermanfaat bagi kesehatan karena
kandungan senyawa xanthone didalamnya
yang 27 kali lebih banyak dari senyawa xanthone di dalam daging buah manggis.
Sebagai antioksidan
nomor satu diantara senyawa antioksidan lainnya, xanthone ampuh mengusir radikal bebas, menghambat penuaan, dan
menghambat penyakit degeneratif seperti arthritis. Selain sebagai antioksidan, xanthone juga memiliki khasiat sebagai antibakteri,
antijamur, antimikroba, antikanker dan antiradang. Keunggulan-keunggulan ini
membuat xanthone mampu mengobati amandel,
pendarahan usus, obat cacing alami, diare, disentri, wasir, sariawan, radang
saluran kemih dan tumor. Selain xanthone,
kulit manggis juga mengandung senyawa tannin,
resin dan crystallizable mangostin
yang bermanfaat mengobati rematik.
Xanthone
yang bersifat antidiabetik telah dibuktikan oleh seorang peneliti dari Jepang. Mangiferin, salah satu komponen xanthone mampu menurunkan kadar gula
darah dalam kasus diabetes tipe II pada tikus percobaan. Kesimpulan penelitian
mengatakan bahwa mangiferin berperan
sebagai antidiabetik dengan cara menurunkan resistensi insulin.
|
No.
|
Komponen
Zat Gizi
Dalam
100 g Manggis
|
Jumlah
|
|
1
|
Energi
|
34 kalori
|
|
2
|
Protein
|
0,6 g
|
|
3
|
Lemak
|
1 g
|
|
4
|
Karbohidrat
|
5,6 g
|
|
5
|
Kalsium
|
7 mg
|
|
6
|
Fosfor
|
4 mg
|
|
7
|
Zat besi
|
1 mg
|
|
8
|
Natrium
|
7 mg
|
|
9
|
Kalium
|
19 mg
|
|
10
|
Vitamin B1
|
0,03 mg
|
|
11
|
Vitamin B2
|
0,03 mg
|
|
12
|
Niasin
|
0,3 mg
|
|
13
|
Vitamin C
|
4,2 mg
|
|
14
|
Kadar abu
|
0,1 mg
|
|
15
|
Kadar air
|
87,6 m
|
1.
Antiinflamasi
Inflamasi adalah adanya peradangan di tubuh bukan akibat
mikroorganisme atau non-infeksi. Gejala yang mudah terlihat akibat peradangan
adalah gejala panas, kemerahan, bengkak yang diserti nyeri. Beberapa studi
memperlihatan peran xanthone sebagai
antiinflamasi, yaitu salah satunya riset yang dilakukan di Universitas Tohoku
yang menyimpulkan bahwa alpha mangostin
dapat menghalangi pembentukan histamin,
yaitu sejenis protein yang terlibat dalam berbagai reaksi alergi di tubuh dan
menyebabkan peradangan sehingga secara langsung dapat meningkatkan tekanan
darah yang memicu hipertensi/tekanan darah tinggi.
2.
Antikanker
Di tahun 2002, seorang peneliti dari Department of
Microbiology, Faculty of Pharmacy, Mahidol University di Thailand telah meriset
8 jenis tanaman herbal yang memiliki sifat antikanker terhadap aktivitas kanker
payudara dengan menggunakan MTT assay. Riset tersebut menyimpulkan bahwa
kandungan alpha mangostin pada
manggis memiliki efek terkuat dalam menimbulkan efek apoptosis atau kematian
sel-sel kanker.
Riset selanjutnya datang dari tim Division of Medical Chemistry
and Pharmacognosy, Ohio State University, Amerika Serikat, mempertegas bahwa
sifat antioksidan pada alpha mangostin
berperan penting menghambat pertumbuhan sel kanker. Senyawa garcinone E yang juga merupakan bagian
dari xanthone tidak kalah hebatnya melawan kanker berdasarkan penelitian Medial
Research and Education Department of the Veterans General Hospital di Taipei,
Taiwan, maupun tim dari Depatment of Chemistry, Faculty of Science, Srinakharinwirot
University, Thailand.
3.
Anti
Penyakit Lainnya
a).
Diabetes
Diabetes adalah suatu kondisi dimana pankreas tidak mampu
membentuk cukup insulin (hormon yang mengatur metabolisme karbohidrat dan lemak
tubuh) untuk tubuh, diabetes ini dikenal dengan diabetes tipe 1. Sedangkan
diabetes tipe 2 adalah kondisi dimana tubuh tidak mendapat cukup asupan buah
dan sayur, mengonsumsi kalori dan lemak yang berlebih, serta kurangnya
melakukan aktivitas fisik.
Kini, jus manggis menjadi jawaban bagi masalah diabetes. Uji
klinis yang dilakukan oleh para peneliti dari University of California, Los
Angeles (UCLA) School of Medicine membuktikan bahwa jus manggis berpotensi
mencegah diabetes dan penyakit kardiovaskular pada penderita obesitas. Hasil penelitian
ini didapatkan dari 40 orang penderita obesitas di usia 30-75 tahun yang
diminta mengonsumsi 250 g jus manggis sebanyak 2 kali dalam sehari mampu
mengurangi inflamasi atau peradangan yang diakibatkan kelainan metabolisme.
b).
Kolesterol dan Penyakit Jantung
Seseorang
yang memiliki kadar kolesterol tinggi memiliki risiko terkena serangan jantung
dua kali lebih besar dibandingkan yang berkadar kolesterol normal. Namun
beberapa peneliti membuktikan bahwa senyawa antioksidan dapat menghambat
oksidasi LDL (kolesterol jahat) dan pembentukan plak pada dinding arteri, dan
senyawa antioksidan tersebut dapat diperoleh dari xanthone dari kulit buah manggis.
Peta Williams dan para peneliti dari University of Western
Australia mengekstrak kulit manggis kering melalui proses rekristalisasi dapat
menghambat oksidasi LDL. Khasiat kulit dan buah manggis juga telah dibuktikan
beberapa pasien hiperkolesterolemia yang mengonsumsi jus manggis utuh (kulit,
daging buah dan biji). Konsumsi jus manggis sebanyak 56 g dengan frekuensi tiga
kali sehari secara rutin dapat menurunkan kadar kolesterol total dari 217
mg/dl menjadi 191 mg/dl. Dan pasien lain
yang mengonsumsi jus manggis dengan frekuensi dua kali sehari sebanyak 112 g
selama beberapa bulan, kadar kolesterolnya turun dari 244 mg/dl menjadi 194
mg/dl.
c).
Pengencer Darah
Buah
manggis yang dikenal sebagai ratu buah, yang terkenal kaya akan antioksidan yaitu
molekul yang dapat mengikat radikal bebas dengan aman sehingga dapat mencegah
kerusakan sel di dalam tubuh. Salah satu peran antioksidan yaitu sebagai agen
antiinflamasi yang dapat mengencerkan pembekuan darah.
Dalam
beberapa penelitian, manggis mempunyai potensi meningkatkan risiko pendarahan.
Di dalam darah terdapat platelet
(elemen tak beraturan yang membantu proses pembekuan darah), dan manggis dapat
mencegah platelet saling menempel. Mengonsumsi jus manggis/kulit manggis tidak
dianjurkan bersamaan dengan obat pengencer darah karena dapat memperbesar
risiko pendarahan terutama ketika dalam proses operasi atau kondisi pendarahan.
d).
Tumor dan Kanker
Beberapa penelitian
mngungkapkan bahwa manggis berperan besar melawan tumor dan kanker secara
signifikan. Penelitian di Departemen Farmakologi dan Farmasi klinik, Fakultas
Farmasi, Universitas Gadjah Mada, memperlihatkan puluhan senyawa yang termasuk
kedalam golongan xanthone,
diantaranya alpha mangostin, gamma
mangostin, dan garcinone E dapat
menghambat proliferasi sel kanker dengan cara mengaktivasi enzim kaspase 3 dan
9 yang memicu apoptosis.
Penelitian kedua dari seorang
peneliti bernama P.Moongkarndi dari Faculty of Pharmacy, Mahidol University,
Thailand mengungkapkan bahwa ekstrak metanol kulit manggis terbukti memiliki
efek antiploliferasi, antioksidan, dan memicu apoptosis. Moongkarndi mengujikan
beragam konsentrasi ekstrak metanol kulit manggis pada sel kanker payudara
SKBR3, dan terbukti bahwa ekstrak metanol kulit manggis dapat membunuh separuh
sel kanker dengan penggunaan dosis 9,25+0,64 μg/ml.
Demikian pula hasil
penelitian yang hampir serupa, dilakukan para peneliti dari Faculty of
Medicine, Srinakharinwirot University, Thailand. Hasil penelitian membuktikan
kandungan xanthone dalam kulit
manggis dapat memperkecil ukuran sel kanker usus besar COLO 205. Xanthone dalam kulit manggis tak hanya
menghambat perkembangan sel kanker tersebut, juga dapat memicu kematiannya
melalui mekanisme apoptosis atau program bunuh diri sel.
e). Stroke
Kelebihan
lain yang tidak kalah dari sebagai antioksidan adalah kulit manggis memiliki
sifat antihiperkolesterolemia yang didapatkan dari senyawa mangostin. Senyawa
itu berperan menghalangi pelepasan hormon prostaglandin E, yaitu hormon yang
menghambat sintesin cAMP sehingga proses liposis atau pemecahan lemak akan
berkurang. Pengurangan inilah yang membuat kolesterol jahat (LDL) akan
berkurang secara otomatis, sehingga risiko stroke ringan dan lanjutanpun
berkurang.
f). HIV/AIDS
Penelitian
SX.Chen, M.Wan dan BN.Loh yang dimuat dalam jurnal Planta Medica menyebutkan
bahwa alpha mangostin dan gamma mangostin dapat menghambat HIV-1
protease, yaitu enzim yang berperan dalam replikasi HIV, artinya virus tak
dapat menginfeksi sel. Pada penelitian tersebut, mangostin pada konsentrasi 5,12+0,14 μM dan γ-mangostin dengan konsentrasi 4,81+0,32
μM dapat menghambat 50% aktivitas HIV-1 protease. Beberapa dokter dan terapis
telah memanfaatkan kulit manggis untuk terapi pasien pengidap AIDS.
D.
Mengolah
Manggis Si Ratu Buah
1.
Jus
Manggis
Pembuatan jus manggis
bisa diperoleh dengan mengambil seluruh bagian buah manggis, karena
mencampurkan kulit dan daging buah bersamaan dapat menghilangkan rasa sepat
dari kulit manggis. Selain itu, pencampuran juga bisa menghilangkan efek
samping yang timbul dari mengonsumsi salah satu bagiannya saja. Hal tersebut
dikarenakan dalam satu bagian buah terkandung penawar dari efek samping bagian
buah lainnya.
Saat membuat jus
manggis dimana bagian kulit yang dipakai dalam kondisi baik atau masih segar,
maka kulit manggis perlu dikupas terlebih dahulu karena mengandung banyak
senyawa saponin yang memberikan efek menyamak sampai bisa menyebabkan muntah
dan diare. Agar jus kulit manggis bisa bertahan lama, jus dapat ditambahkan asam
sitrat. Caranya adalah masak air dari jus kulit manggis selama beberapa saat
dengan asam sitrat sampai terlarut. Takaran asam sitrat disesuaikan dengan
selera. Asam sitrat akan menguatkan warna serta rasa dari jus kulit manggis
tersebut. Setelah direbus jus dimasukkan kedalam botol dan simpan dalam lemari
es sehingga bisa tahan sampai dua minggu, tetapi bila hanya disimpan di suhu
kamar, jus hanya awet selama lima hari.
Tips membuat Jus:
Ø Ambil
1 buah manggis matang
Ø Kupas
kulit bagian luar yang keras
Ø Potong-potong
seluruh bagian hingga menjadi kecil
Ø Masukkan
potongan kulit, buah dan biji manggis ke dalam blender bersama 150 cc air
Ø Saring
jus manggis
Ø Endapkan
sekitar 5 menit lalu minum airnya dengan madu
2.
Ekstrak
Kulit Manggis
Mengekstrak kulit
manggis yaitu mengekstrak senyawa xanthone yang terdapat dalam kulit kedalam
bentuk kapsul. Dalam mengekstrak kulit manggis diperlukan jumlah kulit manggis
yang banyak. Untuk 1 kg ekstrak kulit manggis diperoleh dari 10 kg kulit
kering, atau 1 kg ekstrak kulit manggis diperoleh dari 4 kg kulit manggis
segar.
Tips mengekstrak kulit manggis:
Ø Cuci
kulit manggis sampai bersih
Ø Keringkan
kulit manggis
Ø Hancurkan
kulit yang sudah dikeringkan hingga menjadi serbuk
Ø Ekstrak
dengan pelarut etanol
Ø Hilangkan
kadar etanol dengan cara evaporasi ekstrak kulit yang masih cair menggunakan
feed dryer atau evaporator sampai menjadi ekstrak kental
3.
Membuat
Serbuk
Kulit manggis yang
diolah menjadi serbuk dapat dikonsumsi layaknya teh dan kopi atau dimasukkan ke
dalam kapsul. Bila ingin dikonsumsi sebagai minuman, seduh 20 g serbuk kulit manggis
dengan 240 ml air matang, dan dianjurkan diminum beserta ampasnya.
Tips mengolah serbuk:
Ø Ambil
kulit buah manggis matang
Ø Potong
keil-kecil dengan ukuran sekitar 4 cm
Ø Jemur
hingga kering lalu haluskan (manual maupun menggunakan mesin giling)
Ø Simpan
dalam wadah kering dan tertutup rapat agar awet.
Ramuan Ajaib Manggis
Berikut
ini adalah ramuan-ramuan kulit manggis yang dipercaya mampu mengobati beragam
penyakit.
v Sariawan
Bahan :
kulit manggis
Cara meramu : ambil kulit dari dua buah manggis lalu potong-potong kecil
(mengupas kulit manggis harus seara
hati-hati agar khasiatnya tidak hilang). Rebus potongan kulit buah manggis
tersebut dengan tiga gelas air hingga tersisa setengahnya. Dinginkan, lalu
saring hingga air dan ampas terpisah.
Aplikasi : pakai airnya untuk kumur dan terus
diminum sampai sembuh (3-6 kali sehari dua sendok makan).
v Rematik
Bahan : kulit buah manggis
Cara meramu : ambil kulit buah manggis, iris kecil
kemudian jemur hingga kering. Celupkan terlebih dahulu 2-3 irisan kulit buah
manggis yang kering tadi kedalam segelas air panas.
Aplikasi :
minum ramuan setelah hangat dan warna air menjadi ungu.
v Cegah
cendawan
Bahan :
kulit manggis dan air hangat
Cara meramu : kerok kulit manggis bagian dalam yang
lembut kemudian campurkan dengan air hangat kuku.
Aplikasi : rendam bagian tubuh yang berpotensi
terjangkit jamur dengan air campuran kulit manggis (misalnya telapak kaki)
selama 3-5 menit, lalu basuh dengan handuk.
v Diare
Bahan :
kulit manggis dan madu
Cara meramu : ambil kulit dari dua buah manggis matang,
cuci bersih, potong-potong kecil, lalu rebus dengan tiga gelas air sampai
volumenya tinggal setengahnya.
Aplikasi : dinginkan air hasil rebusan
kemudian saring airnya. Minum dengan madu dua kali sehari sebanyak ¾ gelas.
v Disentri
Bahan :
kulit manggis dan madu
Cara meramu : ambil kulit manggis, cuci kemudian
potong-potong. Setelah itu, rebus dalam empat gelas air sampai volume air yang
tersisa tinggal setengahnya.
Aplikasi : dinginkan air hasil rebusan,
saring, lalu minum dengan madu dua kali sehari sebanyak ¾ gelas.
v Diabetes
Bahan :
kulit manggis dan madu
Cara meramu : ambil dua buah kulit manggis, buang kulitny
kerasnya, lalu remas-remas kulit dalamnya dengan 1/3 air hangat.
Aplikasi : saring air hasil remasan lalu tambahkan
madu. Minum 1-2 kali sehari. (bagi penderita diabetes, jangan langsung
mengonsumsi jus manggis dalam jumlah besar, namun meningkat secara bertahap.
Jika tidak, kadar gula darah justru akan meningkat)
v Asam
urat
Bahan :
kulit manggis, garam dan madu
Cara meramu : buang kulit lunak dari 2-3 buah manggis.
Ambil kulit dalamnya lalu rebus dengan tiga gelas air. Tambahkan garam dapur
seujung sendok teh hingga air tersisa satu gelas.
Aplikasi :
minum 1-2 kali sehari dengan menambahkan madu.
v Kolesterol
Bahan :
kulit manggis dan gula aren
Cara meramu : kupas dua buah kulit manggis, ambil kulit
dalam, lalu potong-potong kecil. Tambahkan air hangat 1/3 gelas kemudian
blender atau remas-remas. Saring dan tambahkan gula aren, diamkan sampai air
membeku sebelum dikonsumsi.
Aplikasi : makan air kulit manggis yang telah
membeku menjadi pudding 1-3 kali sehari.
v Tumor
dan kanker
Bahan :
kulit buah manggis
Cara meramu : ambil kulit buah manggis kering, lalu rebus
kedalam empat gelas air hingga tersisa dua gelas.
Aplikasi :
minum airnya setelah dingin
v Hepatitis
Bahan :
kulit manggis dan gula aren
Cara meramu : kupas tiga buah kulit manggis, ambil kulit
dalam dan potong-potong kecil lalu jemur sampai kering. Setelah itu, tumbuk
kasar dan sangria sampai setengah panas.
Aplikasi : ambil dua sendok teh yang sudah
disangrai lalu tambahkan segelas air mendidih (kurang lebih 200 ml) dan
campurkan gula aren sesuai selera. Minumlah setelah air agak dingin sebanyak
1-2 kali sehari.
v Jantung
koroner
Bahan :
kulit manggis
Cara meramu : kupas tiga buah kulit manggis, ambil bagian
kulit dalamnya lalu rebus dengan tiga gelas air hingga tersisa setengahnya atau
1,5 gelas.
Aplikasi :
minum air rebusan ditambahkan dengan madu.
Testimoni Khasiat
Manggis
(Apa Kata Mereka yang
Mengambil Manfaat Manggis?)
·
Darah Tinggi/Hipertensi
(Susanti, 48 tahun, Yogyakarta)
Penderitaan seorang
Susanti hampir berlangsung 12 tahun dalam menghadapi darah tinggi. Berbagai
pengobatan pun sudah dilakukan, mulai dari doktr hingga pengobatan alternatif.
Bermacam-macam obat sudah dikonsumsinya, baik dari resep dokter maupun jamu.
Namun nihil.
Pada waktunya ia
menemukan solusi pasti dari jus kulit manggis. Setelah mengonsumsi jus kulit
manggis selama sebulan, kondisi kesehatannya berangsur membaik.
“Alhamdulillah, tekanan
darah saya sudah turun ke angka normal.”
Sampai saat ini,
Susanti masih mengonsumsi jus kulit manggis pada pagi dan malam hari setelah
makan sebanyak ¼ gelas setiap kali minum.
·
Demam Berdarah
(Aryo, 7 tahun, Tangerang)
Sudah dua hari seorang
pelajar kelas 1 SD di Tangerang mengalami demam tinggi, ia adalah Aryo.
Tubuhnya menggigil dan kepalanya terasa nyeri. Kedua orang tuanya sangat
khawatir Aryo terjangkit demam berdarah (DBD) yang saat itu memang sedang
mewabah di lingkungan mereka tinggal. Dengan segera, kedua orang tua Aryo
membawa anaknya ke dokter terdekat. Namun, pada saat yang bersamaan, ibunda
Aryo teringat nasehat seorang rekannya.
“Katanya kalau demam,
minum saja jus kulit manggis,” ujar Fitri (ibunda Aryo) menirukan pesan rekannya.
Fitripun segera
memberikan 12 sendok makan jus kulit manggis produk komersial kepada anaknya
tersebut. Setelah meminum jus kulit manggis, ibunda Aryo meminta ankanya untuk
segera tidur. Hasilnya, keesokan harinya suhu tubuh Aryo kembali normal,
demamnya mereda. Untuk menjaga kesehatan tubuhnya, ibundanya tetap memberikan
jus kulit manggis tersebut kepada anaknya.
·
Infeksi Saluran Kemih
(Nina, 48 tahun, Jakarta Barat)
Beberapa tahun lalu,
seorang wanita paruh baya menjalani operasi kanker payudara. Pasca operasi, ia
juga menjalani kemoterapi. Namun setelah menjalani kemoterapi yang ke-5, muncul
masalah lain. Ada infeksi di saluran kemihnya. Wanita paruh baya itu bernama
Nina. Akhirnya Ninapun memutuskan untuk berobat kembali ke dokter yang
menangani kemoterapinya. Setelah tiga bulan berobat, penyakitnya tak kunjung
sembuh. Namun, kesedihan dan rasa putus asa yang sempat menderanya menemui
titik terang ketika seorang temannya datang menjenguk kemudian meneritakan
pengalamannya mengonsumsi jus kulit manggis.
Sebelum mulai
mengonsumsi jus kulit manggis, Nina mengikuti sebuah seminar tentang khasiat
manggis yang dilaksanakan di daerah mereka, Tangerang, dan Nina pun tertarik
untuk mencoba khasiat jus kulit manggis.
Setelah seminar, Nina rajin mengonsumsi
jus kulit manggis dua kali sehari sebanyak 30 ml setelah makan.
“Ketika mengonsumsinya
pertama kali, khasiatnya langsung terasa, badan saya rasanya fit dan segar luar
biasa,” ujarnya. Setelah mengonsumsi selama 10 hari, wanita yang bertempat
tinggal di Jakarta Barat ini memeriksakan dirinya ke dokter untuk lebih yakin.
Setelah cek urin, darah dan serangkaian pemeriksaan lainnya, infeksi kandung
kemih yang dideritanya sudah tidak ada lagi, Nina pun dinyatakan sembuh.
·
Tumor Payudara
(Hesti, 42 tahun, Jakarta Selatan)
Hesti kusuma bersyukur
karena diperkenalkan dengan jus kulit manggis. Perempuan setengah baya ini
hanya bisa pasrah saat ia divonis menderita kanker payudara. Bahkan ia nyaris hanya
melakukan pengobatan tradisional ke payudaranya yang terkena tumor. Namun hal
itu semakin memperparah kondisi tumornya, benjolan tumor di payudaranya yang
semula seukuran kelereng makin membesar hingga menjadi sekepalan tangan.
Pada saat itulah,
datang seorang distributor herbal yang menawarinya jus kulit manggis. Hesti
meminum ramuan itu tiga kali sehari.
“Pada saat awal
mengonsumsi, efek pertamanya kepala saya terasa berat dan pening.” Ujar Hesti.
Sebagai wujud ikhtiar,
ibu dari dua anak tersebut tetap mengonsumsi ramuan jus kulit manggis. Setelah
tiga hari mengonsumsi, benjolannya bernanah dan mengeluarkan darah. Proses itu
berlangsung hingga genap tiga minggu setelah ia mengonsumsi herbal jus kulit
manggis. Dan setelah tiga minggu, benjolan di payudaranya pecah dan mulai
mengering.
·
Kanker Usus
(Rubiah, 40 tahun, Salatiga)
Khasiat jus manggis
dalam melawan kanker juga diamini Rubiah. Perempuan berusia 40 tahun ini
divonis menderita kanker usus. Penyakitnya itu membuatnya sering kesakitan
hingga tak mampu berjalan. Padahal, sebelumnya Rubiah sempat menjalani operasi
pengangkatan kanker di saluran pencernaannya itu.
Pencarian untuk sembuh
sudah dilakukannya dari satu sempat ke tempat lainnya. Sampai akhirnya, seorang
rekannya member informasi tentang salah satu minuman kesehatan alternative,
yaitu jus kulit manggis. Rubiahpun mengonsumsinya sebanyak enam sendok makan
tiap pagi, siang, dan malam. Hasilnya, setelah tiga hari mengonsumsi jus kulit
manggis, ia mulai merasakan perubahan. Rasa sakitnya berkurang dan mulai bisa
menggerakkan kaki dengan leluasa. “Saya bisa menggerakkan dan mengangkat kaki
saya tanpa rasa sakit,” ujarnya.
·
Kanker Prostat
(Imran, 35 tahun, Jakarta)
Sebelum mengonsumsi jus
kulit manggis, kondisi dari seorang pria ini perlahan-lahan mulai membaik.
Padahal Imran, sapaannya, didiagnosis menderita kanker prostat dan infeksi
saluran kemih. Aktivitas rutinnya tiap malam adalah bolak-balik ke kamar kecil,
namun ia selalu mengalami kesulitan dan kesakitan saat buang air kecil.
Akhirnya, Imran mulai mengonsumsi jus
kulit manggis tiga kali sehari dengan dosis 6 sendok makan. Setelah sebulan
mengonsumsi, Imran mulai lancar berkemih dan kesehatannya mulai
berangsur-angsur membaik.
Bertanam
Manggis
Apakah anda berminat
menjadi petani manggis? Maka langkah-langkah di bawah ini adalah tahap-tahap
bertani tanaman manggis.
|
No.
|
Tahap
Penanaman
|
Langkah
Penanaman
|
|
1.
|
Penyiapan Benih
|
-
Benih yang akan
dijadikan benih diambil dari buah tua yang berisi 5-6 segmen daging buah
dengan 1-2 segmen yang berbiji, tidak rusak, beratnya minimal satu gram dan
daya kecambah sedikitnya 75%. Buah diambil dari pohon yang berumur sedikitnya
10 tahun.
-
Untuk menghilangkan
daging buah, rendam buah dalam air bersih selama 1 minggu (dua hari sekali
air diganti) sehingga lender dan jamur terbuang. Biji akan mengelupas dengan
sendirinya dan biji dicuci bersih. Celupkan biji kedalam fungisida Benlate
dengan konsentrasi 3 g/L selama 2-5 menit, kemudian keringkan biji di tempat
teduh selama beberapa hari sampai kadar airnya 12-14%.
|
|
2.
|
Penyemaian Benih
|
-
Penyebaran benih/biji
dilakukan dalam bedengan. Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100-120 cm
dengan jarak antara bedengan 60-100 cm. Tanah diolah kedalam bedengan
setinggi 30 cm, kemudian campurkan pasir, tanah dan bahan organik halus (perbandingan
3:2:1) dengan merata. Persemaian diberi atap jerami/daun kelapa dengan
ketinggian sisi Timur 150-170 cm dan sisi Barat 10-125 cm. benih ditanam di
dalam lubang tanam berukuran 10 x 10 cm dengan jarak tanam 3 x 3 cm dan jarak
antara baris 5 cm pada kedalaman 0,5 – 1,0 cm. Tutup benih dengan tanah dan
selanjutnya bedengan ditutup dengan karung goni basah atau jerami setebal 3
cm. Persemaian disiram 1-2 kali sehari, diberi pupuk urea dan SP-36
masing-masing 2 g/tanaman setiap bulan. Setelah berumur 1 tahun, bibit
dipindahkan ke dalam polybag ukuran 20x30 cm berisi campuran tanah dan
kompos/pupuk kandang (1:1). Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan
siap ditanam dilapangan/dijadikan batang bawah pada penyambungan.
-
Penyemaian dan
pembibitan di dalam polybag berukuran 20x30 cm. Satu/dua benih disemai di
dalam polybag 20x30 cm yang dasarnya dilubangi kecil-kecil pada kedalaman
0,5-1,0 cm. Media tanam berupa campuran tanah halus, kompos/pupuk
kandanghalus dan pasir (1:1:1). Simpan polybag di bedengan yang sisinya
dilingkari papan/bilah bamboo agar polybag tidak roboh. Persemaian disiram
1-2 hari sekali dan diberi urea dan SP-36 sebanyak 2-3 g/tanaman setiap
bulan. Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam di
lapangan atau dijadikan batang bawah pada penyambungan.
|
|
3.
|
Pemeliharaan Tanaman
|
-
Penyiangan.
Penyiangan dilakukan secara berkala dan dilakukan bersamaan dengan pemupukan
dan penggemburan yaitu dua kali dalam setahun.
-
Pemangkasan/perempalan.
Ranting-ranting yang tumbuh kembar dan sudah tidak berbuah perlu dipangkas
untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Gunakan gunting pangkass yang
bersih dan tajam untuk menghindari infeksi dan lapisi bekas pangkasan dengan
ter.
-
Pemupukan. Jenis dan
dosis pemupukan anjuran adalah:
1. Pohon
berumur 6 bulan dipupuk campuran urea, SP-36 dan KCI (3:2:1) sebanyak 200-250
gram/pohon.
2. Pohon
berumur 1-3 tahun dipupuk campuran 400-500 gram urea, 650-700 gram SP-36 dan
900-1000 gram KCI (3:2:1) yang diberikan dalam dua sampai tiga kali.
3. Pohon
berumur 4 tahun dan seterusnya dipupuk campuran urea, SP-36 dan KCI (1:4:3)
sebanyak 3-6 kg/pohon ditambah 40 kg/pohon pupuk kandang. Pupuk ditaburkan di
dalam larikan/di dalam lubang-lubang di sekeliling batang dengan diameter
sejauh ukuran tajuk pohon. Dalam larikan dan lubang sekitar 10-20 cm
sedangkan jarak antar lubang sekitar 100-150 cm.
|
|
4.
|
Pengairan dan Penyiraman
|
Tanaman yang berumur di bawah lima
tahun memerlukan ketersediaan air yang cukup dan terus menerus sehingga harus
disiram satu sampai dua hari sekali. Sedangkan pada pohon manggis yang
berumur lebih dari lima tahun, frekuensi penyiraman berangsur-angsur dapat
dikurangi. Penyiraman dilakukan pagi hari dengan cara menggenangi saluran
irigasi atau disiram.
|
|
5.
|
Pemberian Mulsa
|
Mulsa jerami dihamparkan setebal 3-5
cm menutupi tanah di sekeliling batang yang masih kecil untuk menekan gulma,
menjaga kelembaban dan aerasi serta mengurangi penguapan air
|
|
6.
|
Memanen
|
Pemanenan dilakukan dengan cara
memetik/memotong pangkal tangkai buah dengan alat bantupisau tajam. Untuk
mencapai buah di tempat yang tinggi dapat digunakan tangga bertingkat dari
kayu/galah yang dilengkapi pisau dan keranjang di ujungnya. Pemanjatan
seringkali diperlukan karena manggis adalah pohon hutan yang umurnya dapat
lebih dari 25 tahun.
Pohon manggis di Indonesia dipanen
pada bulan November sampai Maret tahun berikutnya. Produksi panen pertama
hanya 5-10 buah/pohon, kedua lebih kurang 30 buah/pohon selanjutnya 600-1000
buah/pohon sesuai dengan umur pohon. Pada puncak produksi, tanaman yang
dipelihara intensif akan menghasilkan 3.000 buah/pohon dengan rata-rata 2.000
buah/pohon. Produksi satu hektar (100 tanaman) dapat mencapai 200.000 butir
atau sekitar 20 ton buah.
Umur panen: Tingkat kematangan sangat
berpengarus terhadap mutu dan daya simpan manggis. Buah dipanen setelah
berumur 104 hari sejak bunga mekar. Umur panen dan ciri fisik manggis siap
dipanen dapat dilihat berdasarkan berikut ini:
ü Panen
104 hari: warna kulit hijau bintik ungu; berat 80-130 gram; diameter 55-60
mm.
ü Panen
106 hari: warna kulit ungu merah 10-25%; berat 80-130 gra,; diameter 55-60
mm.
ü Panen
108 hari: warna kulit ungu merah 25-50%; berat 80-130 gram; diameter 55-60
mm.
ü Panen
110 hari: warna kulit ungu merah 50-75%; berat 80-130 gram; diameter 55-60
mm.
ü Panen
114 hari: warna kulit ungu merah; berat 80-130 gram; diameter 55-65 mm.
ü Untuk
konsumsi lokal, buah dipetik pada umur 114 sejak bunga mekar, sedangkan untuk
ekspor pada umur 104-108 sejak bunga mekar.
|
|
7.
|
Pascapanen
|
Buah dikumpulkan di dalam wadah dan
ditempatkan di lokasi yang teduh dan nyaman.
-
Penyortiran dan
penggolongan: tempatkan buah yang baik, rusak dan busuk pada tempat yang
berbeda. Lakukan penyortiran
berdasarkan ukuran buah hasil pengelompokan dari Balai Penelitian
Pohon Buah-buahan Solok yaitu besar, sedang dan kecil.
-
Penyimpanan: pada
ruangan dengan temperature 4-6 derajat Celcius dapat tetap segar selama 40
hari sedangkan pada 9-12 Celcius tahan sampai 33 hari.
|
