Xamthone Plus I Xamslimer I Pesantren Blogger I Bisnis Online Syariah I MLM Syariah

Minggu, 20 Mei 2012

KEAJAIBAN BUAH MANGGIS DAN JUS MANGGIS XAMTHONE PLUS DARI BIN MUHSIN GROUP

HEBAL NABAWI MADU + APEL + ANGGUR YANG DIRAMU SECARA KHUSUS DENGAN MANGGIS MENGHASILKAN SEBUAH JUS MANGGIS DENGAN MEREK XAMTHONE PLUS YANGSANGAT BERKHASIAT DAN TERBUKTI MENGOBATI BERBAGAI PENYAKIT.
=======
Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamthone.com UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
======= xamthone plus ada ijin depkes dan bp pom serta mui terbukti mencegah dan mengobati ambeien,amandel,asma,alergi,alzheimer,asam urat,batu empedu,batu ginjal,darah tinggi, darah rendah, demam, demam berdarah, dpresi, diabetes,diare,epilepsi, flu plike,gagal ginjal,gatal-gatal,gusi berdarah,hepatitis A B C ,hernia,herpes,impotensi/vitalitas,insomnia/susah tidur,jantung koroner, kanker,kista,keputihan,kolesterol, kurang darah/anemia,kusta, lesu lelah,leukemia,liver,maag, malaria,rambut rontok,menstruasi sakit, panas dalam,parkinson,kecapean, narkoba, osteoporosis, eksim, prostat, artritis, sembelil, stress, stroke, tbc, tumor, typus, usus buntu, lupus dlln jantung stroke kanker diabetes ginjal, prostat, maag, asma.. dlln
=======

KHASIAT AJAIB MANGGIS

A.   Mengenal Tanaman Manggis
Manggis dengan nama Latin Garcinia mangostana merupakan tanaman buah berupa pohon yang banyak tumbuh secara alami pada hutan tropis di kawasan Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Habitat asli tanaman manggis yaitu di wilayah Sumatra Barat, Jawa Barat, smapai di  Kalimantan Timur dan Tengah. Kini, manggis banyak juga dibudidayakan di Riau dan Sulawesi Utara.
Tanaman manggis dapat tumbuh mencapai ketinggian 25 meter dengan diameter batang mencapai 45 centimeter. Tanaman manggis mampu tumbuh pada ketinggian 0 – 600 meter di atas permukaan air laut dengan suhu udara pada kisaran 20 - 300 C, dan tanah yang memiliki tingkat kelembaban/pH 5 – 7. Curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhan manggis berkisar 1.500 – 3.000 mm/tahun.
Di pasar Internasional manggis  mendapatkan julukan queen of fruits yang berarti ratu buah. Manggis merupakan buah tropika unggulan nasional dan telah menjadi salah satu penghasil devisa negara. Namun, tidak semua daerah penghasil manggis mampu mengekspor hasil panen manggisnya karena masih rendahnya mutu manggis yang dihasilkan untuk bersaing di pasar Internasional. Pada akhirnya pemasaran terbesar manggis dilakukan di dalam negeri.

B.   Senyawa dalam Manggis
Fakta bahwa manggis terbukti mampu mengobati berbagai penyakit sudah sejak lama diketahui. Pada abad ke 13, China mengolah kulit manggis menjadi salep untuk mengobati eksim, sedangkan Indonesia menggunakan air rebusan kulit manggis sebagai ramuan untuk mengobati luka, demam, diare, sariawan dan sembelit. Selain itu, serbuk kulit manggis yang telah dikeringkan dapat digunakan untuk mengobati disentri oleh masyarakat India dan China.
Berbagai negara di Asia khususnya sudah menguji , mempercayai dan menggunakan berbagai bagian dari tanaman manggis. Negara-negara tersebut yaitu India, China, Malaysia, Jepang, Thailand bahkan Amerika Serikat mengolah buah manggis menjadi jus untuk suplemen kesehatan.
Keseluruhan tanaman manggis memiliki manfaat. Diantara banyaknya manfaat dari tanaman manggis, dapat  diambil contoh, pertama bagian inti atau daging buah dari manggis dipercaya dapat mengobati diare, sakit gigi, peluruh dahak, radang amandel, hingga wasir.  Kedua, seduhan daun manggis dapat dimanfaatkan untuk mengobati luka sehabis disunat yang dikombinasikan dengan pisang muda dan sedikit kapur barus. Ketiga, kulit manggis dapat diolah salah satunya dimanfaatkan menjadi suplemen untuk mengatasi berbagai macam risiko penyakit seperti jantung, stroke hipertensi, kolesterol dan diabetes. Keempat, ekstrak kulit batang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi diare, gangguan kandung kemih, nyeri perut dan sariawan. Kelima, akar manggis dapat dimanfaatkan untuk mengatasi ketidakteraturan haid.
Xanthone, yaitu senyawa antioksidan tingkat tinggi yang hanya dapat ditemukan pada family Clusiceae dan Gentianaceae, dan dari 200 jenis senyawa xanthone yang diisolasi dari alam, sebanyak 40 jenis ditemukan pada manggis, diantaranya mangostin, mangostinon A, mangostenon B, alpha mangostin, beta mangostin, mangostanol, trapezifolixanthone, tovophyllin B, flavonoid epicatechin dan garciniafuran.
Keberadaan senyawa xanthone dalam jumlah melimpah di dalam kulit buah manggis menjadi informasi yang menggembirakan dalam bbidang kesehatan. Pada umumnya kulit manggis kerap dibuang, dengan diketahui dan berkembangnya cara pengolahan kulit buah manggis yang mengandung antioksidan tingkat tinggi, mulailah berkembangnya aneka produk olahan seperti jus, suplemen makanan serta obat herbal.

C.   Kandungan Buah Manggis
Buah manggis mengandung gula sukrosa, dektrosa, dan levulosa. Kulit manggis mengandung sejumlah pigmen yang berasal dari dua metabolit yaitu alpha mangostin dan beta mangostin. Jika semua kandungan yang terdapat pada buah manggis diekstraksi, akan didapati bahan pewarna alami berupa antosianin berwarna merah, ungu dan biru. Selain pewarna alami, kulit buah manggis juga sangat bermanfaat bagi kesehatan karena kandungan senyawa xanthone didalamnya yang 27 kali lebih banyak dari senyawa xanthone di dalam daging buah manggis.
Sebagai antioksidan nomor satu diantara senyawa antioksidan lainnya, xanthone ampuh mengusir radikal bebas, menghambat penuaan, dan menghambat penyakit degeneratif seperti arthritis. Selain sebagai antioksidan, xanthone juga memiliki khasiat sebagai antibakteri, antijamur, antimikroba, antikanker dan antiradang. Keunggulan-keunggulan ini membuat xanthone mampu mengobati amandel, pendarahan usus, obat cacing alami, diare, disentri, wasir, sariawan, radang saluran kemih dan tumor. Selain xanthone, kulit manggis juga mengandung senyawa tannin, resin dan crystallizable mangostin yang bermanfaat mengobati rematik.
Xanthone yang bersifat antidiabetik telah dibuktikan oleh seorang peneliti dari Jepang. Mangiferin, salah satu komponen xanthone mampu menurunkan kadar gula darah dalam kasus diabetes tipe II pada tikus percobaan. Kesimpulan penelitian mengatakan bahwa mangiferin berperan sebagai antidiabetik dengan cara menurunkan resistensi insulin.

No.
Komponen Zat Gizi
Dalam 100 g Manggis
Jumlah
1
Energi
34 kalori
2
Protein
0,6 g
3
Lemak
1 g
4
Karbohidrat
5,6 g
5
Kalsium
7 mg
6
Fosfor
4 mg
7
Zat besi
1 mg
8
Natrium
7 mg
9
Kalium
19 mg
10
Vitamin B1
0,03 mg
11
Vitamin B2
0,03 mg
12
Niasin
0,3 mg
13
Vitamin C
4,2 mg
14
Kadar abu
0,1 mg
15
Kadar air
87,6 m

1.      Antiinflamasi
      Inflamasi adalah adanya peradangan di tubuh bukan akibat mikroorganisme atau non-infeksi. Gejala yang mudah terlihat akibat peradangan adalah gejala panas, kemerahan, bengkak yang diserti nyeri. Beberapa studi memperlihatan peran xanthone sebagai antiinflamasi, yaitu salah satunya riset yang dilakukan di Universitas Tohoku yang menyimpulkan bahwa alpha mangostin dapat menghalangi pembentukan histamin, yaitu sejenis protein yang terlibat dalam berbagai reaksi alergi di tubuh dan menyebabkan peradangan sehingga secara langsung dapat meningkatkan tekanan darah yang memicu hipertensi/tekanan darah tinggi.


2.      Antikanker
      Di tahun 2002, seorang peneliti dari Department of Microbiology, Faculty of Pharmacy, Mahidol University di Thailand telah meriset 8 jenis tanaman herbal yang memiliki sifat antikanker terhadap aktivitas kanker payudara dengan menggunakan MTT assay. Riset tersebut menyimpulkan bahwa kandungan alpha mangostin pada manggis memiliki efek terkuat dalam menimbulkan efek apoptosis atau kematian sel-sel kanker.
      Riset selanjutnya datang dari tim Division of Medical Chemistry and Pharmacognosy, Ohio State University, Amerika Serikat, mempertegas bahwa sifat antioksidan pada alpha mangostin berperan penting menghambat pertumbuhan sel kanker. Senyawa garcinone E yang juga merupakan bagian dari xanthone tidak kalah hebatnya melawan kanker berdasarkan penelitian Medial Research and Education Department of the Veterans General Hospital di Taipei, Taiwan, maupun tim dari Depatment of Chemistry, Faculty of Science, Srinakharinwirot University, Thailand.


3.      Anti Penyakit Lainnya
a). Diabetes
      Diabetes adalah suatu kondisi dimana pankreas tidak mampu membentuk cukup insulin (hormon yang mengatur metabolisme karbohidrat dan lemak tubuh) untuk tubuh, diabetes ini dikenal dengan diabetes tipe 1. Sedangkan diabetes tipe 2 adalah kondisi dimana tubuh tidak mendapat cukup asupan buah dan sayur, mengonsumsi kalori dan lemak yang berlebih, serta kurangnya melakukan aktivitas fisik.
      Kini, jus manggis menjadi jawaban bagi masalah diabetes. Uji klinis yang dilakukan oleh para peneliti dari University of California, Los Angeles (UCLA) School of Medicine membuktikan bahwa jus manggis berpotensi mencegah diabetes dan penyakit kardiovaskular pada penderita obesitas. Hasil penelitian ini didapatkan dari 40 orang penderita obesitas di usia 30-75 tahun yang diminta mengonsumsi 250 g jus manggis sebanyak 2 kali dalam sehari mampu mengurangi inflamasi atau peradangan yang diakibatkan kelainan metabolisme.


b). Kolesterol dan Penyakit Jantung
Seseorang yang memiliki kadar kolesterol tinggi memiliki risiko terkena serangan jantung dua kali lebih besar dibandingkan yang berkadar kolesterol normal. Namun beberapa peneliti membuktikan bahwa senyawa antioksidan dapat menghambat oksidasi LDL (kolesterol jahat) dan pembentukan plak pada dinding arteri, dan senyawa antioksidan tersebut dapat diperoleh dari xanthone dari kulit buah manggis.
      Peta Williams dan para peneliti dari University of Western Australia mengekstrak kulit manggis kering melalui proses rekristalisasi dapat menghambat oksidasi LDL. Khasiat kulit dan buah manggis juga telah dibuktikan beberapa pasien hiperkolesterolemia yang mengonsumsi jus manggis utuh (kulit, daging buah dan biji). Konsumsi jus manggis sebanyak 56 g dengan frekuensi tiga kali sehari secara rutin dapat menurunkan kadar kolesterol total dari 217 mg/dl  menjadi 191 mg/dl. Dan pasien lain yang mengonsumsi jus manggis dengan frekuensi dua kali sehari sebanyak 112 g selama beberapa bulan, kadar kolesterolnya turun dari 244 mg/dl menjadi 194 mg/dl.

c). Pengencer Darah
      Buah manggis yang dikenal sebagai ratu buah, yang terkenal kaya akan antioksidan yaitu molekul yang dapat mengikat radikal bebas dengan aman sehingga dapat mencegah kerusakan sel di dalam tubuh. Salah satu peran antioksidan yaitu sebagai agen antiinflamasi yang dapat mengencerkan pembekuan darah.
      Dalam beberapa penelitian, manggis mempunyai potensi meningkatkan risiko pendarahan. Di dalam darah terdapat platelet (elemen tak beraturan yang membantu proses pembekuan darah), dan manggis dapat mencegah platelet saling menempel. Mengonsumsi jus manggis/kulit manggis tidak dianjurkan bersamaan dengan obat pengencer darah karena dapat memperbesar risiko pendarahan terutama ketika dalam proses operasi atau kondisi pendarahan.

d). Tumor dan Kanker
Beberapa penelitian mngungkapkan bahwa manggis berperan besar melawan tumor dan kanker secara signifikan. Penelitian di Departemen Farmakologi dan Farmasi klinik, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, memperlihatkan puluhan senyawa yang termasuk kedalam golongan xanthone, diantaranya alpha mangostin, gamma mangostin, dan garcinone E dapat menghambat proliferasi sel kanker dengan cara mengaktivasi enzim kaspase 3 dan 9 yang memicu apoptosis.
Penelitian kedua dari seorang peneliti bernama P.Moongkarndi dari Faculty of Pharmacy, Mahidol University, Thailand mengungkapkan bahwa ekstrak metanol kulit manggis terbukti memiliki efek antiploliferasi, antioksidan, dan memicu apoptosis. Moongkarndi mengujikan beragam konsentrasi ekstrak metanol kulit manggis pada sel kanker payudara SKBR3, dan terbukti bahwa ekstrak metanol kulit manggis dapat membunuh separuh sel kanker dengan penggunaan dosis 9,25+0,64 μg/ml.
Demikian pula hasil penelitian yang hampir serupa, dilakukan para peneliti dari Faculty of Medicine, Srinakharinwirot University, Thailand. Hasil penelitian membuktikan kandungan xanthone dalam kulit manggis dapat memperkecil ukuran sel kanker usus besar COLO 205. Xanthone dalam kulit manggis tak hanya menghambat perkembangan sel kanker tersebut, juga dapat memicu kematiannya melalui mekanisme apoptosis atau program bunuh diri sel.

e). Stroke
Kelebihan lain yang tidak kalah dari sebagai antioksidan adalah kulit manggis memiliki sifat antihiperkolesterolemia yang didapatkan dari senyawa mangostin. Senyawa itu berperan menghalangi pelepasan hormon prostaglandin E, yaitu hormon yang menghambat sintesin cAMP sehingga proses liposis atau pemecahan lemak akan berkurang. Pengurangan inilah yang membuat kolesterol jahat (LDL) akan berkurang secara otomatis, sehingga risiko stroke ringan dan lanjutanpun berkurang.

f). HIV/AIDS
Penelitian SX.Chen, M.Wan dan BN.Loh yang dimuat dalam jurnal Planta Medica menyebutkan bahwa alpha mangostin dan gamma mangostin dapat menghambat HIV-1 protease, yaitu enzim yang berperan dalam replikasi HIV, artinya virus tak dapat menginfeksi sel. Pada penelitian tersebut, mangostin pada konsentrasi 5,12+0,14 μM dan γ-mangostin dengan konsentrasi 4,81+0,32 μM dapat menghambat 50% aktivitas HIV-1 protease. Beberapa dokter dan terapis telah memanfaatkan kulit manggis untuk terapi pasien pengidap AIDS.

D.   Mengolah Manggis Si Ratu Buah
1.      Jus Manggis
Pembuatan jus manggis bisa diperoleh dengan mengambil seluruh bagian buah manggis, karena mencampurkan kulit dan daging buah bersamaan dapat menghilangkan rasa sepat dari kulit manggis. Selain itu, pencampuran juga bisa menghilangkan efek samping yang timbul dari mengonsumsi salah satu bagiannya saja. Hal tersebut dikarenakan dalam satu bagian buah terkandung penawar dari efek samping bagian buah lainnya.
Saat membuat jus manggis dimana bagian kulit yang dipakai dalam kondisi baik atau masih segar, maka kulit manggis perlu dikupas terlebih dahulu karena mengandung banyak senyawa saponin yang memberikan efek menyamak sampai bisa menyebabkan muntah dan diare. Agar jus kulit manggis bisa bertahan lama, jus dapat ditambahkan asam sitrat. Caranya adalah masak air dari jus kulit manggis selama beberapa saat dengan asam sitrat sampai terlarut. Takaran asam sitrat disesuaikan dengan selera. Asam sitrat akan menguatkan warna serta rasa dari jus kulit manggis tersebut. Setelah direbus jus dimasukkan kedalam botol dan simpan dalam lemari es sehingga bisa tahan sampai dua minggu, tetapi bila hanya disimpan di suhu kamar, jus hanya awet selama lima hari.
Tips membuat Jus:
Ø  Ambil 1 buah manggis matang
Ø  Kupas kulit bagian luar yang keras
Ø  Potong-potong seluruh bagian hingga menjadi kecil
Ø  Masukkan potongan kulit, buah dan biji manggis ke dalam blender bersama 150 cc air
Ø  Saring jus manggis
Ø  Endapkan sekitar 5 menit lalu minum airnya dengan madu

2.      Ekstrak Kulit Manggis
Mengekstrak kulit manggis yaitu mengekstrak senyawa xanthone yang terdapat dalam kulit kedalam bentuk kapsul. Dalam mengekstrak kulit manggis diperlukan jumlah kulit manggis yang banyak. Untuk 1 kg ekstrak kulit manggis diperoleh dari 10 kg kulit kering, atau 1 kg ekstrak kulit manggis diperoleh dari 4 kg kulit manggis segar.
Tips mengekstrak kulit manggis:
Ø  Cuci kulit manggis sampai bersih
Ø  Keringkan kulit manggis
Ø  Hancurkan kulit yang sudah dikeringkan hingga menjadi serbuk
Ø  Ekstrak dengan pelarut etanol
Ø  Hilangkan kadar etanol dengan cara evaporasi ekstrak kulit yang masih cair menggunakan feed dryer atau evaporator sampai menjadi ekstrak kental

3.      Membuat Serbuk
Kulit manggis yang diolah menjadi serbuk dapat dikonsumsi layaknya teh dan kopi atau dimasukkan ke dalam kapsul. Bila ingin dikonsumsi sebagai minuman, seduh 20 g serbuk kulit manggis dengan 240 ml air matang, dan dianjurkan diminum beserta ampasnya.
Tips mengolah serbuk:
Ø  Ambil kulit buah manggis matang
Ø  Potong keil-kecil dengan ukuran sekitar 4 cm
Ø  Jemur hingga kering lalu haluskan (manual maupun menggunakan mesin giling)
Ø  Simpan dalam wadah kering dan tertutup rapat agar awet.













Ramuan Ajaib Manggis
Berikut ini adalah ramuan-ramuan kulit manggis yang dipercaya mampu mengobati beragam penyakit.
v  Sariawan
Bahan              : kulit manggis
Cara meramu   : ambil kulit dari dua buah manggis lalu potong-potong kecil
(mengupas kulit manggis harus seara hati-hati agar khasiatnya tidak hilang). Rebus potongan kulit buah manggis tersebut dengan tiga gelas air hingga tersisa setengahnya. Dinginkan, lalu saring hingga air dan ampas terpisah.
Aplikasi           : pakai airnya untuk kumur dan terus diminum sampai sembuh (3-6 kali sehari dua sendok makan).

v  Rematik
Bahan              : kulit buah manggis
Cara meramu    : ambil kulit buah manggis, iris kecil kemudian jemur hingga kering. Celupkan terlebih dahulu 2-3 irisan kulit buah manggis yang kering tadi kedalam segelas air panas.
Aplikasi           : minum ramuan setelah hangat dan warna air menjadi ungu.

v  Cegah cendawan
Bahan              : kulit manggis dan air hangat
Cara meramu   : kerok kulit manggis bagian dalam yang lembut kemudian campurkan dengan air hangat kuku.
Aplikasi           : rendam bagian tubuh yang berpotensi terjangkit jamur dengan air campuran kulit manggis (misalnya telapak kaki) selama 3-5 menit, lalu basuh dengan handuk.

v  Diare
Bahan              : kulit manggis dan madu
Cara meramu   : ambil kulit dari dua buah manggis matang, cuci bersih, potong-potong kecil, lalu rebus dengan tiga gelas air sampai volumenya tinggal setengahnya.
Aplikasi           : dinginkan air hasil rebusan kemudian saring airnya. Minum dengan madu dua kali sehari sebanyak ¾ gelas.

v  Disentri
Bahan              : kulit manggis dan madu
Cara meramu   : ambil kulit manggis, cuci kemudian potong-potong. Setelah itu, rebus dalam empat gelas air sampai volume air yang tersisa tinggal setengahnya.
Aplikasi           : dinginkan air hasil rebusan, saring, lalu minum dengan madu dua kali sehari sebanyak ¾ gelas.

v  Diabetes
Bahan              : kulit manggis dan madu
Cara meramu   : ambil dua buah kulit manggis, buang kulitny kerasnya, lalu remas-remas kulit dalamnya dengan 1/3 air hangat.
Aplikasi           : saring air hasil remasan lalu tambahkan madu. Minum 1-2 kali sehari. (bagi penderita diabetes, jangan langsung mengonsumsi jus manggis dalam jumlah besar, namun meningkat secara bertahap. Jika tidak, kadar gula darah justru akan meningkat)

v  Asam urat
Bahan              : kulit manggis, garam dan madu
Cara meramu   : buang kulit lunak dari 2-3 buah manggis. Ambil kulit dalamnya lalu rebus dengan tiga gelas air. Tambahkan garam dapur seujung sendok teh hingga air tersisa satu gelas.
Aplikasi           : minum 1-2 kali sehari dengan menambahkan madu.

v  Kolesterol
Bahan              : kulit manggis dan gula aren
Cara meramu   : kupas dua buah kulit manggis, ambil kulit dalam, lalu potong-potong kecil. Tambahkan air hangat 1/3 gelas kemudian blender atau remas-remas. Saring dan tambahkan gula aren, diamkan sampai air membeku sebelum dikonsumsi.
Aplikasi           : makan air kulit manggis yang telah membeku menjadi pudding 1-3 kali sehari.

v  Tumor dan kanker
Bahan              : kulit buah manggis
Cara meramu   : ambil kulit buah manggis kering, lalu rebus kedalam empat gelas air hingga tersisa dua gelas.
Aplikasi           : minum airnya setelah dingin


v  Hepatitis
Bahan              : kulit manggis dan gula aren
Cara meramu   : kupas tiga buah kulit manggis, ambil kulit dalam dan potong-potong kecil lalu jemur sampai kering. Setelah itu, tumbuk kasar dan sangria sampai setengah panas.
Aplikasi           : ambil dua sendok teh yang sudah disangrai lalu tambahkan segelas air mendidih (kurang lebih 200 ml) dan campurkan gula aren sesuai selera. Minumlah setelah air agak dingin sebanyak 1-2 kali sehari.

v  Jantung koroner
Bahan              : kulit manggis
Cara meramu   : kupas tiga buah kulit manggis, ambil bagian kulit dalamnya lalu rebus dengan tiga gelas air hingga tersisa setengahnya atau 1,5 gelas.
Aplikasi           : minum air rebusan ditambahkan dengan madu.

Testimoni Khasiat Manggis
(Apa Kata Mereka yang Mengambil Manfaat Manggis?)

·         Darah Tinggi/Hipertensi
(Susanti, 48 tahun, Yogyakarta)
Penderitaan seorang Susanti hampir berlangsung 12 tahun dalam menghadapi darah tinggi. Berbagai pengobatan pun sudah dilakukan, mulai dari doktr hingga pengobatan alternatif. Bermacam-macam obat sudah dikonsumsinya, baik dari resep dokter maupun jamu. Namun nihil.
Pada waktunya ia menemukan solusi pasti dari jus kulit manggis. Setelah mengonsumsi jus kulit manggis selama sebulan, kondisi kesehatannya berangsur membaik.
“Alhamdulillah, tekanan darah saya sudah turun ke angka normal.”
Sampai saat ini, Susanti masih mengonsumsi jus kulit manggis pada pagi dan malam hari setelah makan sebanyak ¼ gelas setiap kali minum.

·         Demam Berdarah
(Aryo, 7 tahun, Tangerang)
Sudah dua hari seorang pelajar kelas 1 SD di Tangerang mengalami demam tinggi, ia adalah Aryo. Tubuhnya menggigil dan kepalanya terasa nyeri. Kedua orang tuanya sangat khawatir Aryo terjangkit demam berdarah (DBD) yang saat itu memang sedang mewabah di lingkungan mereka tinggal. Dengan segera, kedua orang tua Aryo membawa anaknya ke dokter terdekat. Namun, pada saat yang bersamaan, ibunda Aryo teringat nasehat seorang rekannya.
“Katanya kalau demam, minum saja jus kulit manggis,” ujar Fitri (ibunda Aryo) menirukan pesan rekannya.
Fitripun segera memberikan 12 sendok makan jus kulit manggis produk komersial kepada anaknya tersebut. Setelah meminum jus kulit manggis, ibunda Aryo meminta ankanya untuk segera tidur. Hasilnya, keesokan harinya suhu tubuh Aryo kembali normal, demamnya mereda. Untuk menjaga kesehatan tubuhnya, ibundanya tetap memberikan jus kulit manggis tersebut kepada anaknya.

·         Infeksi Saluran Kemih
(Nina, 48 tahun, Jakarta Barat)
Beberapa tahun lalu, seorang wanita paruh baya menjalani operasi kanker payudara. Pasca operasi, ia juga menjalani kemoterapi. Namun setelah menjalani kemoterapi yang ke-5, muncul masalah lain. Ada infeksi di saluran kemihnya. Wanita paruh baya itu bernama Nina. Akhirnya Ninapun memutuskan untuk berobat kembali ke dokter yang menangani kemoterapinya. Setelah tiga bulan berobat, penyakitnya tak kunjung sembuh. Namun, kesedihan dan rasa putus asa yang sempat menderanya menemui titik terang ketika seorang temannya datang menjenguk kemudian meneritakan pengalamannya mengonsumsi jus kulit manggis.
Sebelum mulai mengonsumsi jus kulit manggis, Nina mengikuti sebuah seminar tentang khasiat manggis yang dilaksanakan di daerah mereka, Tangerang, dan Nina pun tertarik untuk mencoba khasiat jus kulit manggis.
Setelah seminar, Nina rajin mengonsumsi jus kulit manggis dua kali sehari sebanyak 30 ml setelah makan.
“Ketika mengonsumsinya pertama kali, khasiatnya langsung terasa, badan saya rasanya fit dan segar luar biasa,” ujarnya. Setelah mengonsumsi selama 10 hari, wanita yang bertempat tinggal di Jakarta Barat ini memeriksakan dirinya ke dokter untuk lebih yakin. Setelah cek urin, darah dan serangkaian pemeriksaan lainnya, infeksi kandung kemih yang dideritanya sudah tidak ada lagi, Nina pun dinyatakan sembuh.

·         Tumor Payudara
(Hesti, 42 tahun, Jakarta Selatan)
Hesti kusuma bersyukur karena diperkenalkan dengan jus kulit manggis. Perempuan setengah baya ini hanya bisa pasrah saat ia divonis menderita kanker payudara. Bahkan ia nyaris hanya melakukan pengobatan tradisional ke payudaranya yang terkena tumor. Namun hal itu semakin memperparah kondisi tumornya, benjolan tumor di payudaranya yang semula seukuran kelereng makin membesar hingga menjadi sekepalan tangan.
Pada saat itulah, datang seorang distributor herbal yang menawarinya jus kulit manggis. Hesti meminum ramuan itu tiga kali sehari.
“Pada saat awal mengonsumsi, efek pertamanya kepala saya terasa berat dan pening.” Ujar Hesti.
Sebagai wujud ikhtiar, ibu dari dua anak tersebut tetap mengonsumsi ramuan jus kulit manggis. Setelah tiga hari mengonsumsi, benjolannya bernanah dan mengeluarkan darah. Proses itu berlangsung hingga genap tiga minggu setelah ia mengonsumsi herbal jus kulit manggis. Dan setelah tiga minggu, benjolan di payudaranya pecah dan mulai mengering.

·         Kanker Usus
(Rubiah, 40 tahun, Salatiga)
Khasiat jus manggis dalam melawan kanker juga diamini Rubiah. Perempuan berusia 40 tahun ini divonis menderita kanker usus. Penyakitnya itu membuatnya sering kesakitan hingga tak mampu berjalan. Padahal, sebelumnya Rubiah sempat menjalani operasi pengangkatan kanker di saluran pencernaannya itu.
Pencarian untuk sembuh sudah dilakukannya dari satu sempat ke tempat lainnya. Sampai akhirnya, seorang rekannya member informasi tentang salah satu minuman kesehatan alternative, yaitu jus kulit manggis. Rubiahpun mengonsumsinya sebanyak enam sendok makan tiap pagi, siang, dan malam. Hasilnya, setelah tiga hari mengonsumsi jus kulit manggis, ia mulai merasakan perubahan. Rasa sakitnya berkurang dan mulai bisa menggerakkan kaki dengan leluasa. “Saya bisa menggerakkan dan mengangkat kaki saya tanpa rasa sakit,” ujarnya.

·         Kanker Prostat
(Imran, 35 tahun, Jakarta)
Sebelum mengonsumsi jus kulit manggis, kondisi dari seorang pria ini perlahan-lahan mulai membaik. Padahal Imran, sapaannya, didiagnosis menderita kanker prostat dan infeksi saluran kemih. Aktivitas rutinnya tiap malam adalah bolak-balik ke kamar kecil, namun ia selalu mengalami kesulitan dan kesakitan saat buang air kecil.
Akhirnya, Imran mulai mengonsumsi jus kulit manggis tiga kali sehari dengan dosis 6 sendok makan. Setelah sebulan mengonsumsi, Imran mulai lancar berkemih dan kesehatannya mulai berangsur-angsur membaik.




















Bertanam Manggis

Apakah anda berminat menjadi petani manggis? Maka langkah-langkah di bawah ini adalah tahap-tahap bertani tanaman manggis.
No.
Tahap Penanaman
Langkah Penanaman
1.
Penyiapan Benih
-          Benih yang akan dijadikan benih diambil dari buah tua yang berisi 5-6 segmen daging buah dengan 1-2 segmen yang berbiji, tidak rusak, beratnya minimal satu gram dan daya kecambah sedikitnya 75%. Buah diambil dari pohon yang berumur sedikitnya 10 tahun.
-          Untuk menghilangkan daging buah, rendam buah dalam air bersih selama 1 minggu (dua hari sekali air diganti) sehingga lender dan jamur terbuang. Biji akan mengelupas dengan sendirinya dan biji dicuci bersih. Celupkan biji kedalam fungisida Benlate dengan konsentrasi 3 g/L selama 2-5 menit, kemudian keringkan biji di tempat teduh selama beberapa hari sampai kadar airnya 12-14%.
2.
Penyemaian Benih
-          Penyebaran benih/biji dilakukan dalam bedengan. Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100-120 cm dengan jarak antara bedengan 60-100 cm. Tanah diolah kedalam bedengan setinggi 30 cm, kemudian campurkan pasir, tanah dan bahan organik halus (perbandingan 3:2:1) dengan merata. Persemaian diberi atap jerami/daun kelapa dengan ketinggian sisi Timur 150-170 cm dan sisi Barat 10-125 cm. benih ditanam di dalam lubang tanam berukuran 10 x 10 cm dengan jarak tanam 3 x 3 cm dan jarak antara baris 5 cm pada kedalaman 0,5 – 1,0 cm. Tutup benih dengan tanah dan selanjutnya bedengan ditutup dengan karung goni basah atau jerami setebal 3 cm. Persemaian disiram 1-2 kali sehari, diberi pupuk urea dan SP-36 masing-masing 2 g/tanaman setiap bulan. Setelah berumur 1 tahun, bibit dipindahkan ke dalam polybag ukuran 20x30 cm berisi campuran tanah dan kompos/pupuk kandang (1:1). Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam dilapangan/dijadikan batang bawah pada penyambungan.
-          Penyemaian dan pembibitan di dalam polybag berukuran 20x30 cm. Satu/dua benih disemai di dalam polybag 20x30 cm yang dasarnya dilubangi kecil-kecil pada kedalaman 0,5-1,0 cm. Media tanam berupa campuran tanah halus, kompos/pupuk kandanghalus dan pasir (1:1:1). Simpan polybag di bedengan yang sisinya dilingkari papan/bilah bamboo agar polybag tidak roboh. Persemaian disiram 1-2 hari sekali dan diberi urea dan SP-36 sebanyak 2-3 g/tanaman setiap bulan. Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam di lapangan atau dijadikan batang bawah pada penyambungan.
3.
Pemeliharaan Tanaman
-          Penyiangan. Penyiangan dilakukan secara berkala dan dilakukan bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan yaitu dua kali dalam setahun.
-          Pemangkasan/perempalan. Ranting-ranting yang tumbuh kembar dan sudah tidak berbuah perlu dipangkas untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Gunakan gunting pangkass yang bersih dan tajam untuk menghindari infeksi dan lapisi bekas pangkasan dengan ter.
-          Pemupukan. Jenis dan dosis pemupukan anjuran adalah:
1.      Pohon berumur 6 bulan dipupuk campuran urea, SP-36 dan KCI (3:2:1) sebanyak 200-250 gram/pohon.
2.      Pohon berumur 1-3 tahun dipupuk campuran 400-500 gram urea, 650-700 gram SP-36 dan 900-1000 gram KCI (3:2:1) yang diberikan dalam dua sampai tiga kali.
3.      Pohon berumur 4 tahun dan seterusnya dipupuk campuran urea, SP-36 dan KCI (1:4:3) sebanyak 3-6 kg/pohon ditambah 40 kg/pohon pupuk kandang. Pupuk ditaburkan di dalam larikan/di dalam lubang-lubang di sekeliling batang dengan diameter sejauh ukuran tajuk pohon. Dalam larikan dan lubang sekitar 10-20 cm sedangkan jarak antar lubang sekitar 100-150 cm. 
4.
Pengairan dan Penyiraman
Tanaman yang berumur di bawah lima tahun memerlukan ketersediaan air yang cukup dan terus menerus sehingga harus disiram satu sampai dua hari sekali. Sedangkan pada pohon manggis yang berumur lebih dari lima tahun, frekuensi penyiraman berangsur-angsur dapat dikurangi. Penyiraman dilakukan pagi hari dengan cara menggenangi saluran irigasi atau disiram.
5.
Pemberian Mulsa
Mulsa jerami dihamparkan setebal 3-5 cm menutupi tanah di sekeliling batang yang masih kecil untuk menekan gulma, menjaga kelembaban dan aerasi serta mengurangi penguapan air
6.
Memanen
Pemanenan dilakukan dengan cara memetik/memotong pangkal tangkai buah dengan alat bantupisau tajam. Untuk mencapai buah di tempat yang tinggi dapat digunakan tangga bertingkat dari kayu/galah yang dilengkapi pisau dan keranjang di ujungnya. Pemanjatan seringkali diperlukan karena manggis adalah pohon hutan yang umurnya dapat lebih dari 25 tahun.
Pohon manggis di Indonesia dipanen pada bulan November sampai Maret tahun berikutnya. Produksi panen pertama hanya 5-10 buah/pohon, kedua lebih kurang 30 buah/pohon selanjutnya 600-1000 buah/pohon sesuai dengan umur pohon. Pada puncak produksi, tanaman yang dipelihara intensif akan menghasilkan 3.000 buah/pohon dengan rata-rata 2.000 buah/pohon. Produksi satu hektar (100 tanaman) dapat mencapai 200.000 butir atau sekitar 20 ton buah.
Umur panen: Tingkat kematangan sangat berpengarus terhadap mutu dan daya simpan manggis. Buah dipanen setelah berumur 104 hari sejak bunga mekar. Umur panen dan ciri fisik manggis siap dipanen dapat dilihat berdasarkan berikut ini:
ü  Panen 104 hari: warna kulit hijau bintik ungu; berat 80-130 gram; diameter 55-60 mm.
ü  Panen 106 hari: warna kulit ungu merah 10-25%; berat 80-130 gra,; diameter 55-60 mm.
ü  Panen 108 hari: warna kulit ungu merah 25-50%; berat 80-130 gram; diameter 55-60 mm.
ü  Panen 110 hari: warna kulit ungu merah 50-75%; berat 80-130 gram; diameter 55-60 mm.
ü  Panen 114 hari: warna kulit ungu merah; berat 80-130 gram; diameter 55-65 mm.
ü  Untuk konsumsi lokal, buah dipetik pada umur 114 sejak bunga mekar, sedangkan untuk ekspor pada umur 104-108 sejak bunga mekar.
7.
Pascapanen
Buah dikumpulkan di dalam wadah dan ditempatkan di lokasi yang teduh dan nyaman.
-          Penyortiran dan penggolongan: tempatkan buah yang baik, rusak dan busuk pada tempat yang berbeda. Lakukan penyortiran  berdasarkan ukuran buah hasil pengelompokan dari Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok yaitu besar, sedang dan kecil.
-          Penyimpanan: pada ruangan dengan temperature 4-6 derajat Celcius dapat tetap segar selama 40 hari sedangkan pada 9-12 Celcius tahan sampai 33 hari.

DAPATKAN DISKON PALING BESAR HANYA DI TOKO DISKON TERLARIS CEPAT TERPERCAYA www.binmuhsingroup.com